PROFIL RELASI : SETIAWAN GEMA BUDI " FEELING LEBIH KUAT DARI PADA KASAT MATA"


Selasa, 10 April 2018

Tuban, Menjadi Tuna netra tidak membuat Setiawan Gema Budi (GEMA) 25 tahun, tidak menyerah pada nasib. Dengan bukti dia sekarang membantu KPU Kabupaten Tuban untuk mensosialisasikan Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 dengan menjadi Relawan Demokrasi.

Gema terlahir dalam kondisi tuna netra , lahir di desa Tuwiri wetan, Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban pada tanggal 12 Februari 1993. Gema kecil pernah mengalami operasi Disaat usia tiga bulan dan usia tujuh bulan dan mengalami hasil yang memuaskan Gema kecil dapat melihat dan menyaksikan keindahan dunia, tetapi Allah berkehendak lain , pada saat memasuki Jenjang SMP Gema mengalami gangguan pada penglihatanya kembali tapi masi dapat melihat walaupun kurang jelas dan menginjak SMA dunia terasa gelap ." total saya tidak dapat melihat" pengakuanya.

Gema kecil seperti anak anak biasa dia sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Mandirejo pada tahun 1999 dan lulus pada tahun 2005, dan melanjutkan belajarnya di SMP Negeri 1 Merakurak pada tahun 2005 sampai lulus tahun 2008; anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Suwignyo Hadi (53) tahun dan Sri Handayani (47) melanjutkan pendidikan tingkat atasnya di Madrasah Aliyah Salafiyah Mandirejo - Merakurak dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011.

Gema pernah mengalami masa masa penurunan kepercayaan diri pada saat dia memasuki jenjang SMA, karena di masa itu penglihatanya hilang total dan sama sekali metanya tidak dapat melihat, tatapi Gema sangat beruntung mempunyai keluarga yang sabar dan banyak memberikan support yang luar biasa kepada dirinya. Berkat dukungan dan motifasi dari orang tuanya itulah , Gema remaja bangkit dan pada tahun 2013 melanjutkan pendidikanya di Universitas Negeri Malang dan lulus pada tahun 2017.

Gema remaja pun semakin kuat kepercayaan dirinya dengan membuktikan bahwa dia bisa berkarya melalui keikut sertaanya dalam berorganisasi diantaranya menjadi BEM Universitas pada tahun 2015-2016, Study Center and Service Disability pada tahun 2014-2015, BEM Fakultas, pernah juga mengikuti kejurnas Atletik (Tolak Peluru ) di Bandung pada tahun 2017; remaja yang gemar makan sate pun sekarang dipercaya sebagai Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) Cabang Tuban periode 2014 - 2019, sedangkan di tingkat Propinsi sebagai pengurus inti yakni di Biro Pemekaran Wilayah. Selain aktif sebagai relawan demokrasi, gema juga aktif mengajar di SDLB Negeri Tuban.

Ingin meningkatkan partisipasi pemilih terutama kaum disabilitas (Tuna Netra ) dan ingi membuktikan kepada masyarakat umum bahwa disabilitas mampu dan mau berkarya, dua alas an itulah yang mendorongnya untuk menjadi relawan demokrasi pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 ini. "Perlu diingat bahwa Feelingku lebih kuat dari kasat mata" kata Gema. (Noor)