PROFIL RELASI : FIRA FITRIA "KETERBATASANKU BUKAN HALANGAN UNTUK BERKARYA"


Selasa, 10 April 2018

Tuban, Tiga puluh tahun yang lalu , tepatnya di Latsari Gang I RT 01 /RW 04 Nomor 26 Tuban tepatnya tanggal 11 Juni 1987, ada Bayi mungil lahir premature dengan berat 1,2 kg dengan jenis kelamin perempuan, dia adalah FIRA FITRIA salah satu Relawan Demokrasi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 di Komisi Pemilihan umum Kabupaten Tuban.

Fira Fitria merupakan penyandang Disabilitas sejak lahir yakni Jenis CEREBAL PALSY yaitu suatu kelainan syaraf motorik atau alat gerak yang berakibat pada fungsi otak sejak usia 2 tahun, namun ditengah ketidak sempurnaanya ternyata Tuhan memberikan sesuatu yang mungkin tidak dimiliki semua orang normal yakni semangat dan percaya diri yang luar biasa.

Fira kecil mengenyam pendidikan dasranya di SDN Perbon 2 pada tahun 1994 sampai dengan tahun 2000, dan melanjutkan jenjang pendidikan menengahnya di SMP Negeri 2 Tuban selama dua tahun yakni tahun 2000 sampai dengan tahun 2002, dan dilanjutkan di Surakarta tepatnya di Yayasan Pembinaaan Anak Cacat (YPAC) dan lulus tahun 2003, penggemar nasi pecel itu melanjutkan pendidikan menengah atasnya di SMA 5 Surakarta selama dua tahun dari tahun 2003 sampai tahun 2005, dan yang satu tahun di SMAN I Rengel Tuban dan lulus tahun 2006.

Fira Fitria adalah anak bungsu dari dua bersaudara buah cinta dari Bapak Djaimin Sosrodiharjo (almarhum) dan ibu Sri Marwati (Almarhumah) itu tidak berhenti sampai SMA, dengan berbekal semangat dan motifasi dari orang tua, Fira melanjutkan Studi S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Tuban dan Lulus Tahun 2015.

Kesibukan dan Kegiatan Fira gadis Pecinta Ilmu Satra saat ini selain menjadi Relawan Demokrasi adalah menjadi Kontributor di salah satu media online yang mengangkat terkait isu isu difabel dengan wilayah dua Kabupaten Tuban dan Bojonegoro dan melakukan bisnis online di bidang Fashion. Selain itu Fira dara yang gemar sekali menonton Badminton dan sepak bola itu juga sibuk di Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) sebagai pengurus, dan yang tidak kalah sibuknya adalah Fira dipercaya sebagai Ketua Organisasi Disabilitas (ORBIT) Tuban Masa bakti tahun 2016 sampai tahun 2021. (Noor)