PINJAM KOTAK...TERNYATA MUDAH NGGAK RUWET (KPU TUBAN MELAYANI)


Rabu, 27 September 2017

   Tampak salah satu staf KPU Tuban, M. Nur (kiri) menyerahkan kotak kepada perwakilan SMAN 5 Tuban hari ini (27/09/2017).

Tuban, Setiap tahun pelajaran baru, disekolah SMA, SMK dan SMP baik negeri maupun swasta diadakan pemilihan ketua OSIS. Banyak ragam bentuk pemilihan ketua OSIS, sesuai dengan kultur, kebiasaan dan kebijakan masing-masing sekolah. Ada yang mengadopsi, layaknya pelaksanaan "pemilihan umum" dan ada yang melakukan pemilihan biasa, dengan cara musyawarah dan mufakat atau pemungutan suara.

Pemilihan ketua OSIS yang menggunakan cara "pemilihan umum", kegiatan yang dilakukan, mulai dari penjaringan calon kandidat ketua, pelaksaan kampanye, pemungutan dan penghitungan suara. Dengan kegiatan seperti itu, pemilihan umum ketua Osis, memerlukan " logistik" berupa surat suara, formulir, kotak suara, bilik suara, alat coblos dan alas coblos.

Beberapa jenis fasilitas logistik yang digunakan untuk pemilihan umum ketua Osis, berupa kotak suara, bilik suara, alat coblos dan alas coblos tidak tersedia di masing-masing sekolah, sehingga sekolah mengajukan pinjam pakai ke KPU Kabupaten Tuban. Menurut Budi Widarto, staf sub bagian umum, pada bulan September 2017, KPU Kabupaten Tuban sudah ada 5 (lima) permohonan peminjaman kotak dan bilik suara serta alat coblosnya ( paku dan bantalan ).

Hari ini (27/9) SMA Negeri 5 Tuban yang mengajukan pinjam kotak dan bilik suara dengan jumlah kotak 2 (dua) buah dan bilik serta alat coblos masing masing 3 ( buah) sesuai dengan surat permohonan nomor 420/433/101.6.21.5/2017 perihal peminjaman sarana dan prasarana pemilihan OSIS yang ditanda tangani langsung oleh Kepala SMA Negeri 5 Tuban, H. Moch. Husin, S.Pd. dan Wakil Kepala Kesiswaan Sri Darwati, S.Pd. " baru pertama kali kami pinjam logistik disini (KPU Kab. Tuban), ternyata mudah nggak ruwet)" kata Ali dari SMAN 5 Tuban.

"Untuk peminjaman logistik, , sangat mudah, yang penting, ada permohonan resmi yang ditandatangani kepala sekolah, selanjutnya, peminjam mengisi buku registrasi pinjam pakai, dan syarat yang terpenting, logistik yang dipinjam harus dikembalikan karena logistik tersebut merupakan barang milik negara". menurut Budi Widarto. (Noor)