CALON PRESIDEN HARUS WNI SEJAK LAHIR, AMANAT UUD 1945 (AMANDEMEN KE 3)


Rabu, 27 September 2017

   Tampak suasana kajian rutin Reboan yang berlangsung hari ini (27/09/2017).

Tuban, Kajian yang di moderatori Yayuk Dwi Agus Sulistiyorini komisioner Divsi SDM dan Parmas, dan sebagai pembaca Undang Undang adalah Nur Hakim komisioner Divisi logistik, berlangsung kurang lebih 2 (dua) jam dan 21 (dua puluh satu ) pasal dari pasal 228 sampai 249 sudah dibaca dan di cermati bareng. Suasana kajian reboan hari ini (27/9) tetap semangat dan antusias walaupun tidak dihadiri Kasmuri Ketua, Fathul Iksan divisi Hukum, Moch. Arifuddin Sekretaris dan Suratman Kasubag Hukum KPU Kabupaten Tuban yang berhalangan hadir karena ada Dinas Luar.

Ada hal yang menarik dalam cermatan Bu Yayuk dari pasal 229 ayat 1 huruf a dan b yang berbunyi " KPU menolak pasangan calon dalam hal : a. pendaftaran satu pasangan calon diajukan oleh gabungan dari seluruh gabungan partai politik peserta pemilu atau b. pendaftaran satu pasangan calon diajukan oleh gabungan partai politik peserta pemilu yang mengakibatkan gabungan partai politik peserta pemilu lainya tidak dapat mendaftarkan pasangan calon". " Ini berbeda dengan Undang Undang Pilkada" Kata Bu Yayuk.

Dalam sesi diskusi dan Tanya jawab yang di moderatori Bu Yayuk langsung ada pertanyaan yang diajukan oleh Budi Widarto, staf sekretariat " Apakah boleh seorang yang statusnya Naturalisasi contohnya seperti Cristian Gonzales bisa mencalonkan Presiden ? " Budi widarto menanyakan. " dalam UUD 1945 PASAL 6 ayat 1 amandemen ke 3 (tiga) menjelaskan bahwa Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden. " bu Yayuk menjelaskan.

Lebih lanjut Bu Yatuk mengatakan Atas amandemen tersebut, maka terbuka warga negara berketurunan Cina, Arab, India, dan keturunan bangsa-bangsa lainnya di dunia, serta agama apapun untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Artinya sejak perubahan ketiga UUD 1945 tersebut telah dibuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang hendak mencalonkan diri sebagai calon Presiden dan calon Wakil Presiden, yang penting sang calon adalah seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya, tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani. Seperti biasa sebelum acara di akhiri seluruh peserta berdoa bersama, agar yang dibaca dan disinauni bareng bisa bermanfaat dan acara ini dibarengi ridlo dari yang serba Maha...Amin. (Noor)