KPU TUBAN HADIRI PELATIHAN SIPOL


Minggu, 24 September 2017

   Tampak suasana Rakor Aplikasi SIPOL yang berlangsung hari ini (24/09/2017), komisioner KPU Tuban divisi Hukum, Fatkul Iksan, SH (gambar bawah) saat mengikuti Rakor.

Tuban, Hari ini anggota KPU Tuban yang membidangi Hukum dan operator bertolak ke Lombok NTB guna menghadiri pelatihan aplikasi Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL). Kegiatan yang diselenggarakan KPU RI tersebut sedianya akan dilaksanakan 3 hari di hotel Lombok Raya Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu Bpk. Fatkul Iksan, SH selaku divisi Hukum yang menghadiri acara tersebut dihubungi via telpon menyampaikan, pembukaan acara pelatihan tersebut dimulai pada pukul 19.30 Waktu setempat, yang dibuka oleh Bapak Wahyu Setiawan anggota KPU RI.

Sebelum membuka acara pak Wahyu, demikian biasanya beliau dipanggil, menyampaikan : Pertama, Ketua KPU dan Komisioner yang lain titip salam untuk semua peserta karena sedang berbagi tugas. Pak Arif mempersiapkan RDPU, Ibu Evy mempersiapkan seleksi dan Pak Ilham sedang mempersiapkan daerah pemilihan. "Saya sendiri besok harus kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan seleksi KPU Kab/Kota" kata pak Wahyu.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, sebenarnya selain pelatihan, pertemuan ini bertujuan membangun persepsi yang sama antar Komisioner dan mengembangkan kapasitas SDM agar kita siap dalam melaksanakan verifikasi partai politik, Ini merupakan kegiatan awal kita untuk pemilu 2019.

Hakikatnya tugas pokok KPU sebagai penyelenggara adalah melayani rakyat untuk menggunakan hak pilih dan melayani peserta pemilu secara adil dan setara.Untuk yang kedua itu dimulai dari verpal. Ini membutuhkan kesiapan kita semua.

Selanjutnya pak Wahyu juga mengingatkan, kegiatan verpal ini juga kegiatan yang rawan dimana uji integritas sehingga anggota KPU harus siap memperkokoh jati dirinya. Kita berpikir untuk melayani, tapi dalam melayani bukan berarti menerobos aturan, dan itu prinsip.

Dalam akhir sambutannya beliau berpesan "Jangan pernah takut dalam menegakkan aturan, kami percaya Bapak dan Ibu mampu dan punya kapasitas, kita butuh keberanian untuk menegakkan peraturan". (Fiz)