SINAU BARENG (UU RI NO. 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILU)


Kamis, 31 Agustus 2017

   Tampak suasana kajian rutin Reboan yang berlangsung kemarin dengan Komisioner KPU Tuban divisi SDM dan Parmas; Yayuk Dwi Agus (gambar kanan) sebagai pemateri.

Tuban, Kemarin acara kajian Rabu diisi dengan sinau bareng, kenapa demikian karenadengan membaca bersama dapat memahami pun juga bersama-sama, mengertipun juga bersama-sama, sedikit tapi pasti sedikit demi sedikit lama lama akan menjadi bukit, siapa yang banyak membaca maka akan banyak pula pengetahuanya, itulah mukodimah/ kata pengantar yang disampaikan oleh Yayuk Dwi Agus Sulistyorini dalam kajian reboan yang rutin dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tuban.

Dalam kajian reboan kali ini, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tuban akan mulai membedah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum yang telah disahkan dan ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 15 Agustus 2017 serta telah diundangkan di Jakarta padatanggal 16 Agustus 2017 oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182). UU No 7 Tahun 2017 ini yang menjadi dasar pelaksanaan Pemilu Nasional pada tahun 2019 nanti.

Ada dua poin penting yang menjadi pembahasan diskusi kali ini yakni Kesetaraan bagi penyandang disabilitas yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama sebagai pemilih, calon anggota DPR, sebagai calon anggota DPD, sebagai calon Presiden/Wakil Presiden, sebagai calon anggota DPRD, dan sebagai Penyelenggara Pemilu (pasal 5);dan yang kedua harus mundurnya pengurus Ormas baik itu berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum sebagai penyelenggara pemilu.

Dalam kajian reboan kali ini, sudah membaca 30 pasal dalam waktu 2 jam, Sugihandoyo, staf KPU Kabupaten Tuban di daulat membacakan pasal demi pasal, dan tepat pukul 11.00 wib. Kajian ditutup kembali olehYayuk, komisiner divisi Parmas. (Noor)