"GOLPUT ITU APA SIH...OM?" CELOTEH SI KECIL


Jum'at, 14 Juli 2017

   Salah satu staf pemandu; M. Nur memainkan ular tangga pemilu bersama Frika Nelna Zahra Firdausi di RPP Lontar hari ini (14/07/2017).

Tuban, Celoteh polos sekaligus pertanyaan itu muncul dari si bibir mungil ananda Frika Nelna Zahra Firdausi saat bermain ular tangga dengan pemandu yang ada di RPP Lontar KPU Kabupaten Tuban, langkah demi langkah dilalui tepat di langkah 34 ada tulisan golput dan ular, turun kembali di langkah 26, lha munculah celoteh si kecil' "golput itu apa sih om.. koq turun lagi di angka 26 ?". "Golput itu orang yang nggak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, makanya coba lihat angka 26 ada tulisan Indonesia galau .. kan..kalo banyak orang yang golput itu nggak baik" jelas pemandu RPP bak guru TK.

Dengan sabar pemandu mengikuti langkah Frika, bocah kecil yang saat ini akan duduk di SDN Brangkal 1 Kecamatan Parengan itu kesana kemari, disaat itu tangan si kecil memegang kotak suara, dan langsung melontarkan sebuah pertanyaan lagi " kalo ini untuk apa om..?" sambil tanganya memegang kotak suara, "oh... Itu toh. itu namanya kotak suara sayang. tempat memasukan surat suara yng sudah di coblos nanti" jawab pemandu; " saya sudah boleh nyoblos nggak om sekarang.?"tanyanya polos. " kalo disini boleh.. kan. latihan, tapi kalo pemilu sungguhan belom boleh sayang, kalo adik Frika nanti umur 17 tahun atau udah lulus SMA nanti baru boleh " pemandu menjelaskan bak mendongeng si kancil anak nakal.
   Salah satu staf pemandu; M. Nur menunjukkan cara penggunaan surat suara dan kotak suara di RPP Lontar hari ini (14/07/2017).

"Lha. disini letak keunggulan dalam menyampaikan sesuatu pada anak - anak " kata bu yayuk. " Karena ini yang dinamakan golden age di usia inilah anak mudah menyerap apa yang dia dengar dan yang dilihat, jadi mudah untuk memberikan stimulun stimulun baik positif atuapun negative; Nah...di RPP lontar ini anak di kenalkan bagaimana menjadi pemilih yang baik dan cerdas, karena dengan pemilih yang cerdas, kedepanya akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas." Bu yayuk menambahkan. (Noor)