KELOMPOK JAMAAH TAHLIL PUN BERKUNJUNG KE RPP LONTAR


Kamis, 18 Mei 2017

   Tampak komisioner KPU Tuban; Yayuk Dwi Agus S (paling depan) sedang menjelaskan data yang ditampilkan di RPP Lontar hari ini (18/05/2017).

Tuban, Keinginan belajar, mendalami pemilu dan demokrasi saat ini sudah tidak lagi didominasi oleh kalangan elit papan atas saja. Kepedulian untuk tahu lebih detail sudah mulai merambah ke semua lapisan masyarakat berkat adanya informasi yang terbuka melalui media sosial maupun langsung dari sumber-sumber pegiat pemilu.

Seperti siang ini Kamis (18/5/2017) sekelompok jamaah tahlil putri Darun Najwa desa Prunggahan kulon berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) Lontar untuk melihat dan belajar lebih jauh tentang pemilu dan demokrasi. Jamaah yang dipimpin oleh Ibu Tarsimah selaku yang pemimpin rombongan, mengaku ingin sekali melihat langsung bagaimana Rumah Pintar ini dapat menambah wawasan perempuan yang jarang sekali berkecimpung di dunia publik. "Kami sengaja mengajak ibu-ibu datang ke RPP ini agar mendapat wawasan baru terkait pemilu dan demokrasi lebih detail, karena selama ini jamaah kami mayoritas hanya mengetahui pemilu saat ada pemungutan suara di TPS. "kata bu Tarsimah yang mengawal anggotanya ke RPP.
   Tampak komisioner KPU Tuban; Yayuk Dwi Agus S (paling kanan) sedang menjelaskan data yang ditampilkan di RPP Lontar hari ini (18/05/2017).

Lebih lanjut bu Tarsimah mengatakan bahwa ini merupakan pengalaman yang pertama kelompoknya melakukan kunjungan keluar. "sungguh ini merupakan pengalaman yang tak ternilai, kami sangat senang telah diterima ramah di RPP ini, senang sekali dapat kesempatan berkunjung, lain waktu akan kami agendakan lagi jamaah yang saat ini belus bisa ikut rombongan. "ujarnya penuh semangat.

Yayuk Dwi Agus Sulistiorini, yang memandu langsung kunjungan siang itu sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu untuk belajar tentang pemilu dan demokrasi. Bahkan Yayuk memberikan motivasi terkait keterlibatan penyelenggara perempuan dalam penyelenggara pemilu. "selama ini partisipasi perempuan dalam penyelenggara pemilu masih minim, padahal Undang-undang sudah memberi ruang, namun belum dimanfaatkan perempuan untuk berpartisipasi, semoga setelah kunjungan ini ibu-ibu akan lebih punya semangat untuk menjadi penyelenggara pemilu. "terangnya menutup perbincangan. (Hupmas)