SAKSI BISU PILKADA TUBAN 2006


Kamis, 27 April 2017

Tuban, Kamis 27 April 2006, masih ingatkah anda ada peristiwa apa di hari, tanggal , bulan dan tahun itu? Kita warga Tuban khususnya tentu masih ingat dan mungkin tidak akan pernah melupakan kejadian hari itu perhelatan akbar Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tuban tahun 2006, Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati pertama kalinya yang dipilih langsung oleh rakyat setelah runtuhnya era Orde Baru.

Tetapi 2 hari setelah Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati tepatnya tanggal 29 April 2006 ada sebuah tragedi yang menggemparkan warga Tuban pada khususnya, tragedi sebelas tahun silam itu bermula dari Pilkada Tuban Tahun 2006 yang diikuti pasangan calon Bupati Dan Wakil Bupati Haeny Relawati Rini Widiyastuti dan Lilik Soeharjono yang dijagokan oleh Partai Golkar dan duet Noor Nahar Hussein dan Go Tjong Ping yang didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa Dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Yang dimenangkan oleh Pasangan Haeny Relawati Rini Widiyastuti Dan Lilik Soeharjono dengan angka tipis 51,74 % suara dan 48,26 % untuk duet Noor Nahar Hussein Dan Go Tjong Ping.

Tak terima dengan kekalahan itu, massa mengamuk, padahal hasil penghitungan suara pada waktu itu belum disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum, namun demikian, pendukung pasangan Noor Nahar Hussein Dan Go Tjong Ping telah menolak hasil tersebut dan menuntut Pilkada diulang.

Ribuan massa yang tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tuban tahun 2006 pada saat itu membuat aksi anarkis, membakar kantor Komisi Pemilihan Umum dan Pendhopo Kridho Manunggal Tuban yang menjadi kebanggaan warga Tuban. Belum puas sampai disitu massa melanjutkan aksi mereka merusak dan membakar beberapa properti milik pribadi Bupati Haeny Relawati Rini Widiastuti dan keluarganya diantaranya rumah pribadi yang masih tahap perampungan pada waktu itu, hotel Mustika yang sudah ada sejak Haeny belum menjadi Bupati Tuban Tahun 2001 serta aset yang lain juga hangus terbakar.

Bagaimana dengan keamanan pada waktu itu? Polres Tuban keteteran menghadapi ribuan massa yang anarkis itu, Polres Lamongan yang bertetangga dengan Tuban juga mengirimkan bantuan berupa beberapa unit mobil "water canon"pun juga tidak mampu meredam anarkis massa dan bagaimana dengan warga sekitar? warga hanya bisa menonton aksi tersebut layaknya menonton pawai karnaval , mobil pemadam kebakaranpun sulit untuk masuk karena dihalangi oleh massa. Entah kenapa, aksi anarkis massa itu tampaknya tidak terdeteksi dan tidak mendapat antisipasi dari aparat kepolisian sehingga massa dengan mudah menyerbu sasaran vital.

Tragedi sebelas tahun silam juga menghanguskan arsip kepemiluan yang ada di kantor Komisi Pemilihan Umum, yang masih tersisa adalah Buku Laporan Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislative Tahun 2004 (insert) yang masih tersimpan di ruang arsip KPU Kabupaten Tuban sebagai saksi bisu tragedi Pilkada 2006 itu. Dan Alhamdulillah pada Pemilu Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah berikutnya 1 Maret tahun 2011 yang diikuti 6 (enam) Pasangan Calon yakni Muhammad Chamim Amir/Ashadi Suprapto dari calon perseorangan, Kristiawan / Haeny Relawati Rini Widiyastuti diusung partai Golkar, Muhammad Anwar / Tulus Setiyo Utomo dari PDIP, Fathul Huda / Noor Nahar Husein dari PKB , Setiajit / Bambang Suhariyanto dari PAN dan Bambang Lukmantono / Edy Toyibi dari calon perseorangan , dan yang dipilih oleh rakyat adalah pasangan calon Fathul Huda / Noor Nahar Husein dengan perolehan 374.147 suara atau 55,17 % dari jumlah suara sah berjalan dengan lancar dan konduksif. Kemudian pada 9 Desember 2015 dilaksanakan kembali pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang bertajuk Pilkada serentak yang diikuti 2 (dua ) pasangan calon, Fathul Huda / Noor Nahar Husein , pasangan calon incumbent ini diusung oleh PKB,P.GERINDRA,P.DEMOKRAT, PDIP, P.NASDEM,PAN, PKS dan HANURA sedangkan Zakki Mahbub dan Dwi Susiatin Budiarti pasangan dari calon perseorangan, dan yang dipilih dan dipercaya oleh rakyat untuk memimpin Tuban kembali adalah pasangan Fathul Huda / Noor Nahar Husein jilid 2 dengan perolehan suara 278,262 atau 60,80 % dari jumlah total suara sah. pelaksanaanya berjalan dengan lancar dan konduksif tidak ada tindakan yang merugikan banyak pihak. (Noor)