HIDUP SUKSES DAN BAHAGIA DUNIA AKHIRAT


Jum'at, 03 Februari 2017

   Suasana kegiatan "Ngaji Rutin Selapanan" yang berlangsung hari ini (03/02).

Tuban, Ngaji Selapanan yang secara rutin dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tuban setiap Jumat Wage kali ini (03/02/2017) mengambil tema Hidup Sukses dan Bahagia Dunia Akhirat yang di imami Ustad H. Fatkul Iksan, SH. yang juga Divisi Hukum Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tuban.

Pada kesempatan kali ini peserta ngaji bareng cukup semangat dan antusias mengikutinya, karena materi dialog interaktif yang sangat hangat, mengangkat fenomena dan fakta kehidupan sehari-hari, juga contoh-contoh kongkrit permasalahan sehari-hari yang ada di masyarakat bahkan dilingkungan kita sendiri.

Sebagaimana telah disampaikan dalam ceramahnya bahwa Sukses dan bahagia adalah dambaan setiap manusia. Namun meraih sukses dan bahagia saja tidak cukup. Jika meraih sukses dan bahagia dengan cara yang salah atau curang, sejatinya itu bukan sukses. Namun kebangkrutan karena sukses dan bahagia itu tak akan lama. Karenanya, diperlukan cara meraih bahagia dan sukses yang benar dan dengan cara yang mulia, sekaligus menyenangkan.

Ustad Fatkul panggilan akrab H. Fatkul Iksan, SH. sempat melontarkan nada tanya kepada peserta ngaji bareng, sebagai bahan evaluasi bagi masing-masing pribadi, bagaimana selama ini kita bekerja, apa tugas kita sudah dilaksanakan dengan baik? Bahkan ditanya juga bagaimana proses kita menjadi pegawai, proses kita menjadi komisioner apakah dilakukan dengan cara-cara persaingan yang baik dan sehat, atau ada kecurangan. Semua peserta sempat terdiam dan merenung sejenak, hhmmm. Bagaimana hukumnya rezeki yang diperoleh dari pekerjaan yang didapatkan dengan cara yang curang? Begitu pertanyaan balik dari peserta ngaji bernama Romo Budi. Ustat Fatkul terdiam sebentar lalu menjawab, agar kita bisa faham dan gamblang maka kita lanjutkan penjelasannya pada acara ngaji selapanan berikutnya.

Dan sebelum acara ditutup Ustad Fatkhul menyimpulkan secara ringkas bahwa apa yang terjadi di dunia ini sudah merupakan kehendak Allah, kita semua hidup didunia adalah menjalankan peran, dan kita hanya bisa berikhtiar, untuk bisa mendapatkan rasa bahagia kita harus bersyukur, menerima dan menjalankan peran dengan sebaik-baiknya. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan hidayah, diberikan peran hidup yang baik hingga sukses dan bahagia dunia akhirat Aamiin aamiin aamiin ya Rabbal 'alamin. (Rat)