HIMPUN MASUKAN AHLI UNTUK PENYEMPURNAAN DESAIN PENYEDERHANAAN SURAT SUARA


Rabu, 08 September 2021

   Photo : kpu.go.id

Jakarta, kpu.go.id, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengundang praktisi desain grafis Saeful Imam serta Ahmad Muhajir untuk mendapatkan masukan terkait penyederhanaan surat suara Pemilu 2024. Masukan dari kedua pakar diharapkan dapat menyempurnakan atau mengoreksi desain surat suara yang telah ada, dimana KPU RI menyiapkan sejumlah alternatif desain penyerderhanaan surat suara. "Kalau kita sungguh-sungguh menyusun ini dengan hati-hati, bukan hanya estetika tapi juga ilmu grafis, kalau surat suara tidak hanya mudah tapi juga enak dipandang. Juga meminimalisir kesalahan surat suara tidak sah," ujar Anggota KPU RI Viryan yang hadir sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Rabu (8/9/2021). Anggota KPU RI lainnya, Evi Novida Ginting Manik dalam penjelasannya memberikan pengantar bahwa semangat penyederhaan surat suara adalah untuk memberikan kemudahan bagi pemilih, penyelenggara maupun peserta pemilu khususnya di hari pemungutan suara. Diharapkan dengan mengurangi jumlah surat suara juga dapat meminimalisir potensi surat suara tidak sah di hari pemungutan. Selain itu Evi mengatakan redesain surat suara juga diharapkan dapat mengefisiensikan anggaran pemilu, dimana akan ada jumlah kertas dan tinta yang berkurang, dan anggaran produksi bisa menjadi lebih hemat.

Sementara itu mengawali penilaiannya, Saeful Imam mengingatkan tahapan proses pembuatan desain grafis yang harus diawali dari kerangka berpikir. Dan kerangka berpikir dalam proses pembuatan desain surat suara menurutnya harus berpedoman pada prinsip komunikatif, informatif, efektif dan efisien. Selanjutnya Saeful pun memberikan penilaian satu persatu atas desain surat suara yang telah disiapkan oleh KPU. Beberapa penilaian positif disampaikan, seperti semangat efektif dan efisien namun menjadi catatan jangan sampai membuat pemilih menjadi jenuh karena melihat rapatnya jenis pemilihan yang ada didalam satu surat suara. Senada Ahmad Muhajir dalam pemaparannya juga mengingatkan KPU agar memerhatikan sejumlah hal khususnya dalam mendesain surat suara. Seperti mengindentifikasi muatan-muatan apa saja yang akan disertakan, menyiapkan alternatif atau varian, melalui uji publik serta memegang standarisasi tanda gambar yang akan dimasukkan dalam surat suara tersebut. Terkait tanda gambar ini Muhajir mengingatkan aspek sensitivitas, oleh karenanya KPU harus memiliki setidaknya Surat Keputusan (SK) atas tanda gambar yang diserahkan tersebut. Selain itu yang juga diingatkan oleh Muhajir adalah ruang dari surat suara yang dapat menampung jenis-jenis pemilihan. Agar tidak terlalu rapat karena dapat memengaruhi pola penulisan nama partai atau calon. Kegiatan di moderator Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Melgia Carolina Van Harling dan turut diikuti Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Suryadi. (Humas KPU RI dianR/foto: dianR/ed diR)