PERTUNI TUBAN PEDULI PEMILU DAN DEMOKRASI


Kamis, 02 Februari 2017

   Suasana kegiatan audiensi Pengurus PERTUNI Tuban dengan KPU Kabupaten Tuban yang berlangsung hari ini (02/02).

Tuban, "Pucuk dicinta ulam pun tiba" kiranya pepatah itu sangat cocok untuk diberikan kepada KPU Tuban yang saat ini sedang menggagas pembentukan Rumah Pintar Pemilu (RPP), yang salah satu tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan inspirasi masyarakat tentang pentingnya pemilu dan demokrasi. Terutama saat menggagas konsep bagaimana RPP nantinya dapat di akses kelompok difabel, sehingga kemanfaat RPP benar-benar dapat menyentuh seluruh segmen.

Siang ini Kamis (2/2/2017) bertempat di ruang Media Center telah kedatangan tamu dari pengurus Pertuni Tuban untuk audensi dengan KPU Tuban dalam rangka membahas pemilu akses yang akan memberikan fasilitas dengan baik dalam pelaksanaan hak-hak politik warga negara, terutama fasilitasi kepada penyandang disabilitas.

Mohammad Rochim, humas Pertuni Tuban menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya di kantor KPU Tuban antara lain ingin mengetahui sejauh mana pemilu akses akan diterapkan di wilayah Tuban dan mengharap bahwa kelompok disabilitas dapatnya mendapatkan perlakuan yang adil dan diakui keberadaannya. Selain hal tersebut, kedatangan kelompok disabilitas yang dimotori Pertuni ini mengusung aspirasi bahwa dalam pelaksanaan pemilu nanti, KPU dapatnya merekrut relawan dari kelompok disabilitas, untuk menjadi inpirasi pemilih yang lainnya. "kami ingin dilibatkan KPU dalam memberi sosialisasi pemilu, karena kami ingin memberi motivasi kepada pemilih yang lain, agar partisipasi meningkat" papar Pak Muhammad penuh antusias.
   Tampak beberapa Pengurus PERTUNI Tuban saat kegiatan audiensi hari ini (02/02).

Perwakilan Pertuni ini yang lain menyampaikan beberapa masukan tentang pelaksanaan Pilkada 2015 kemarin agar dijadikan evaluasi dan masukan bagi KPU untuk pelaksanaan pemilu yang akan datang. Bahkan pak Bambang salah satu pengurus Pertuni mengusulkan adanya alat bantu yang berupa pen digital yang dilengkapi heatset, untuk memudahkan tuna netra menggunakan hak pilihnya. "ini usulan saya, karena dengan pen digital, kita kaum tuna netra akan lebih mudah menentukan pilihan, terutama saat Pemilu legislatif, selama ini kita sangat kesulitan. "usul pak Bambang dengan serius.

Yayuk Dwi Agus Sulistiorini, Divisi SDM dan Parmas, yang kebetulan menerima tamu dengan didampingi komisioner lainnya menyatakan sangat memberi apresiasi kepada pengurus Pertuni Tuban yang mempunyai inisiatif untuk melibatkan diri dalam mengawal demokrasi. "ini sangat luar biasa, saudara kita di Pertuni Tuban menyatakan siap menjadi relawan demokrasi dan ingin menjadi inspirasi bagi pemilih yang lain. "jelas bu Yayuk.

Lebih lanjut bu Yayuk mengatakan bahwa akses kepada pemilih difabel selama pelaksanaan pemilu di Tuban sudah difasilitasi, sedangkan rendahnya kehadiran pemilih difabel lebih banyak karena faktor internal, dari keluarga misalnya, tidak mendukung, bahkan cenderung melarang. Hal itu juga tadi ditegaskan oleh pengurus Pertuni yang hadir, Pak Bambang, bahwa memang masih banyak kaum difabel yang mendapat perlakuan tidak adil oleh lingkungannya sendiri. Bahkan Pak Bambang mengusulkan agar KPU Tuban juga ikut membantu menyadarkan keluarganya agar mereka diberi ruang gerak yang bebas. "benar, itu tadi pengalaman yang dialami anggota kelompok Pertuni, dalam hal ini kami selaku penyelenggara akan berkordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengatasi masalah tersebut. "pungkasnya mengakhiri perbincangan. (Humas)