DIGITALISASI PEMILU ADALAH TANTANGAN KPU ERA KINI


Senin, 25 November 2019

   Tampak Komisioner KPU RI; Viryan Azis menyampaikan penjelasana tentang digitalisasi pemilu dalam Bimbingan Teknis Penggunaan Silon pada Pemilihan Serentak 2020.

Jakarta, Selain dituntut untuk menjaga profesionalisme dan integritas, sebagai penyelenggara pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga dituntut menciptakan inovasi. Adanya ide dan kebijakan yang inovatif tentu dimaksudkan agar jalannya pemilu dapat lebih efektif dan efisien. Salah satu hal yang harus dipikirkan secara matang dan serius di era teknologi informasi seperti saat ini ialah digitalisasi pemilu. Komisioner KPU RI (Viryan Azis) menyatakan bahwa di waktu sekarang hampir setiap pekerjaan memanfaatkan data digital guna efisiensi. Pada saat bersamaan, lanjutnya, jejak digital dengan mudah dapat dilacak oleh masyarakat. Oleh karena itu Viryan mengungkapkan KPU perlu menyusun langkah strategis sebagai upaya digitalisasi pemilu di Indonesia.

"Saat ini semua jejak digital dapat dilacak, hasil input data juga bisa langsung diketahui. Bahkan di era digital Indonesia sekarang ini juga termasuk digitalisasi pemilu. Ke depan Silon ini juga harus terintegrasi, hasilnya bisa masuk ke Situng dan Sirekap, misalnya soal penulisan nama dan foto," terang Viryan dalam kegiatan Bimtek Gelombang II Penggunaan Silon pada Pemilihan Serentak 2020, Kamis (21/11/2019) di Jakarta. Berkaitan dengan Silon atau Sistem Informasi Calon, Viryan mengungkapkan bahwa keberadaannya sangat penting. Selain sebagai wujud digitalisasi pemilu, Silon juga membantu pekerjaan KPU dalam proses pencalonan jauh lebih mudah. Pada saat bersamaan, sebutnya, Silon bisa menjadi saluran informasi yang akurat, baik bagi KPU, peserta pemilu, maupun masyarakat luas. "Sesungguhnya Silon ini sangat bermanfaat buat semua, baik KPU, peserta pemilu dan masyarakat. Silon membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, efisien, transparan, profesional dan akuntabel," tegasnya. (Hupmas)