SYUKUR KAYA BAHAGIA, MENYEJUKKAN HATI DALAM NGAJI RUTIN SELAPANAN


Jum'at, 25 November 2016

   Suasana "Ngaji Rutin Selapanan" yang dibuka oleh Kepala Yatim Mandiri cabang Tuban hari ini (25/11).

Tuban, Jum'at Wage merupakan hari yang ditunggu oleh keluarga besar KPU Tuban, karena pada hari itu adalah kesempatan untuk menerima siraman Rohani secara Rutin. Seperti pagi tadi (25/11/2016) sejak pukul 08.30 wib sebagian besar sudah mulai berkumpul di aula lantai 2 tempat yang sudah disiapkan untuk acara Pengajian Rutin Selapanan, yang pagi ini agendanya diisi oleh Ustad Achmad Sjamsudin dari Yayasan Yatim Mandiri.

Tema yang sangat menarik dan cocok untuk bahan evaluasi diri "Syukur Kaya Bahagia". Menurut Ustad Sjamsudin demikian biasa disapa, definisi syukur itu sama dengan Iman, meyakini dengan hati, menerima nikmat yang ada, dan bagaimana melakukannya? Maka melihatlah kebawah, dan ucapkan Alhamdulillah. Dan terpenting menggunakan nikmat yang ada untuk ketaqwaan.

Lebih lanjut Ustad yang sudah menelurkan 6 buku-buku ke-Islaman ini menerangkan bahwa gaya hidup Syukur itu meliputi Sederhana (Qona'ah), nriman, tenang, tidak terburu-buru, tidak serakah, tidak ngoyo, dan tidak tamak. "masih ada lagi gaya hidup syukur yakni hati-hati dalam berhutang dan perbanyak sodakoh. " lanjutnya Ustad yang sederhana ini.
   Tema "Ngaji Rutin Selapan" (gambar kiri atas), Paparan materi oleh Ustadz Achmad Syamsudin (gambar kanan atas dan bawah), Komisioner
   KPU Tuban; Fatkul Iksan, SH yang bertindak sebagai moderator diskusi dalam "Ngaji Rutin Selapan" (gambar kiri bawah).


Dalam acara pengajian pagi itu, yang menarik adalah ada forum tanya jawab, dimana peserta yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, atau pemecahan masalah yang ada, dan pembicara dengan telaten menanggapai sampai peserta puas.

Sebelum mengakhiri pengajian, Ustad Sjamsudin memberikan sebuah kalimat yang indah untuk dijadikan pegangan hidup agar senantiasa menambah rasa Syukur, yakni "Kaya itu Sederhana; Puas (bersyukur) dengan Nikmat yang ada. Bahagia itu juga Sederhana; merasa puas dengan apa yang ada" nah jika kita sudah bisa menerapkan itu dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan menjadi orang yang kaya dan bahagia" pungkasnya. (Yuk)