FINGERPRINT SOLUSI MENINGKATKAN DISIPLIN


Selasa, 13 September 2016



Tuban, Jaman semakin modern, tehnologi dalam segala bidang semakin memudahkan setiap langkah manusia. Semakin hari kebiasaan manusia semakin beranjak menuju puncak kemajuan. Cara-cara konvensional semakin jauh ditinggalkan. Tak terkecuali absensi kehadiran, saat ini hampir tidak ada instansi/lembaga yang masih bertahan dengan menggunakan absensi manual, rata-rata sudah menggunakan model Fingerprint. Termasuk KPU Kabupaten Tuban.

Lalu ada sebuah pertanyaan, apa tidak takut ketahuan jika sering bolos atau sering terlambat? Jawab saja "Siapa takut"!! Dalam hal disiplin jangan pernah ditawar-tawar. Disiplin merupakan cermin kepribadian, seseorang akan terlihat lemah jika tidak disiplin. Modal utama yang harus disiapkan untuk menjadi orang hebat adalah disiplin. Belum ada orang yang sukses tanpa disiplin. Jadi ketika disiplin sudah tertanam sejak dini dan sudah mengakar dalam jiwa, maka akan diterapkan system model bagaimanapun, dan dimanapun dia berada, maka tidak ada rasa khawatir atau takut.

Absensi menggunakan fingerprint merupakan alternatif mendorong kedisiplinan pegawai. Terutama yang rentan untuk rapuh kedisiplinannya. Solusi untuk mengatasinya memang harus dengan menggunakan cara yang tegas. Fingerprint adalah solusi yang paling tepat. Karena bagi sebagian orang yang masih setengah-setengah dalam hal disiplin, memang sangat dibutuhkan tool untuk memaksa agar dapat menjadi kebiasaan. Fingerprint adalah jawabannya.

KPU Kabupaten Tuban telah menerapkan metode ini sejak bulan Juni 2016, dan sampai sekarang tidak ada hambatan yang dikeluhkan pegawai KPU Tuban. Bahkan Krisna Widiyarti, SH Kasubag Umum menyatakan bahwa dengan adanya metode ini justru semakin meningkatkan kedisiplinan, terutama dalam kehadiran dan kepulangan pegawai. "tidak hanya berdampak terhadap kehadiran dan kepulangan saja, namun ada dampak yang sangat signifikan terhadap kinerja dan out put staf KPU Tuban, "jelas Bu Kris demikian panggilan akrabnya.

Lebih lanjut Bu Kris menambahkan bahwa Fingerprint memang bukan momok yang harus ditakuti, tetapi sebuah sarana yang dibutuhkan dalam suatu instansi. Dan kebetulan rata-rata staf sekretariat di sini (KPU Tuban-red) sudah membiasakan diri ngantor tiap hari meskipun tidak ada Pemilu, jadi tidak ada yang ditakutkan dengan adanya Fingerprint ini. "Kita sudah terbiasa sejak dulu menghargai waktu, bahkan dengan Fingerprint kita wajib bersyukur karena tidak ketinggalan jaman, coba kalau kita tidak punya, kan kuno. "pungkasnya sambil tersenyum simpul. (Yuk)